Minggu, 15 November 2015

Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 2

Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Bank Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2, Soal Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1, Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 2, Apakah sobat sedang mencari soal IPS SD Kelas 6 semester 1 dan 2 ? disini ada beberapa soal IPS SD yang bisa sobat gunakan untuk bahan uji kompetensi siswa kelas 6
Bank Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2
Cara menentukan validitas instrumen Pendidikan  

Validitas instrument dapat diketahui dengan Cara mencari korelasi hasil instrument dengan dengan kriterium atau melakukan analisis butir. Apabila data yang digunakan adalah data interval maka dapat digunakan rumus Product Moment Korelasi, sebagai berikut :
Rumus Angka Kasar

Keterangan :

= Koefisien korelasi antara instrument X dan instrument Y

Rumus untuk skor deviasi

Kriteria- kriteria hasil validitas :

Antara sangat tinggi

Antara tinggi

Antara cukup

Antara rendah

Antara sangat rendah (Yusuf, 2005:75).

Cara menentukan validitas tiap butir soal

Tinggi rendahnya validitas soal secara keseluruhan berhubungan dengan validitas tiap butir soal. Validitas butir soal dapat dicari dalam hubungannya dengan skor total tiap individu yang ikut serta dalam evaluasi. Langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut :

1. Skor suatu instrument dengan baik dan teliti

Untuk individu yang benar diberi angka 1, sedangkan yang salah diberi angka nol.

2. Jumlahkan skor total untuk tiap individu.

3. Gunakan rumus product moment correlation atau korelasi biserial.

2. Reliabilitas

Suatu alat ukur dikatakan reliabel, apabila alat ukur itu dicobakan kepada objek yang sama secara berulang-ulang maka hasilnya akan tetap sama, konsisten, stabil atau relatif sama.
Faktor-faktor yang mempengaruhi reliabilitas

a. Konstruksi item yang tidak tepat, sehingga tidak dapat mempunyai daya pembeda yang kuat.

b. Panjang/pendeknya suatu instrumen

c. Evaluasi yang surjektif akan menurunkan reliabilitas

d. Ketidaktepatan waktu yang diberikan

e. Kemampuan yang ada dalam kelompok

f. Luas/tidaknya sampel yang diambil.
Teknik pengujian reliabilitas tes hasil belajar

a. Bentuk objektif

1) Metode Belah dua

Dalam pelaksanaanya,seorang penilai hanya melakukan ujian satu kali terhadap sejumlah peserta, sehingga tidak ada pengaruh dari instrumen yang terdahulu. Jumlah butir soal yang diberikan harus genap sehingga dapat dibagi dua dan tiap kelompok mempunyai jumlah butir yang sama. Koefisien reliabilitas akan menunjukkan internal konsistensi dari pada butir soal dalam keseluruhan instrumen. Cara membelah dua instrumen tersebut dapat dilakukan dengan cara nomor genap dan ganjil, awal dan akhir. Untuk menentukan reliabilitas kedua bagian instrumen tersebut dapat digunakan Product Moment Coorelation, sedangkan untuk mencari reliabilitas keseluruhan instrumen dapat digunakan rumus Spearman Brown, sebagai berikut :

Keterangan :

: koefisien reliabilitas

r : korelasi antara bagian instrumen

2) Metode Ulangan

Pelaksanaannya dilakukan dua kali kepada sejumlah subjek yang sama, dalam waktu yang berbeda. Reliabilitas metode ulangan ini untuk melihat bagaimana stabilnya skor setiap individu apabila dilakukan pengujian dalam waktu yang berbeda, dengan kondisi dan perlengkapan yang sama/ hampir bersamaan. Rumus yang digunakan untuk menentukan metode ulangan ini adalah Product Moment Correlation.

3) Metode Bentuk Paralel

Bentuk ini dapat digunakan untuk memperkirakan reliabilitas dari semua tipe, tetapi koefisien yang dihasilkan hanya menggambarkan ekivalensi antara kedua instrumen. Tidak akan menunjukkan ekivalensi dalam kesukaran butir dan isi. Kedua bentuk instrumen yang diberikan mengukura hal yang sama, dengan memiliki tingkat kesukaran yang sama, pengetahuan dan keterangpilan yang sama dengan sistematika yang tidak berbeda antara kedua bentuk instrumen tersebut, tetapi dalam bentuk pertanyaan yang berbeda. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan reliabilitas instrumen dalam bentuk paralel ini adalah product moment correlation dan Rank order correlation.

b. Bentuk essay

Rumus yang digunakan untuk mengukur reliabilitas tes berbentuk uraian dinamakan rumus Alpha, yaitu :

Dimana:

: Koefisien reliabilitas tes

n : banyaknya butir item yang dikeluarkan dalam tes

: Jumlah variansi skor dari tiap-tiap butir item

:Variansitotal

Interpretasi terhadap koefisien reliabilitas tes pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut:

0,80 < r11 £ 1,00 reliabilitas sangat tinggi

0,60 < r11 £ 0,80 reliabilitas tinggi

0,40 < r11 £ 0,60 reliabilitas sedang

0,20 < r11 £ 0,40 reliabilitas rendah

0,00 < r11 £ 0,20 reliabilitas sangat rendah

Nilai r yang diperoleh dibandingkan dengan rtabel. Jika rhitung > rtabel maka dapat disimpulkan bahwa soal tes reliabel.

3. Analisis soal tes

Untuk mendapatkan kualitas soal yang baik, maka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Daya pembeda

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda disebut indek diskriminan. Untuk menentukan daya pembeda soal dapat dilakukan seperti yang dikemukakan oleh Prawironegoro (1985:11):

Terlebih dahulu dicari degress of freedom (df) dengan rumus:

df = (nt – 1) + (nr – 1)

dimana:

nt = nr = 27% x N

kemudian digunakan rumus:

dimana:

Ip = daya pembeda soal

Mt = rata-rata skor dari kelompok tinggi

Mr = rata-rata skor dari kelompok rendah

= jumlah kuadrat deviasi skor kelompok tinggi

= jumlah kuadrat deviasi skor kelompok rendah

n = 27% x N

N = banyak pengikut tes

Soal mempunyai daya pembeda yang berarti (signifikan) jika Ip hitung ³ Ip tabel pada derajat kebebasan yang sudah ditentukan.

2) Indek kesukaran.

Agar tes dapat digunakan secara luas, setiap soal harus diselidiki tingkat kesukarannya yaitu apakah soal tersebut termasuk soal yang mudah, sedang atau sukar. Untuk menentukan indek kesukaran digunakan rumus yang dikemukakan Prawironegoro (1985:14) yaitu:

dimana:

Ik = indeks kesukaran

Dt = jumlah skor dari kelompok tinggi

Dr = jumlah skor dari kelompok rendah

m = skor setiap soal jika benar

n = 27% x N

N = banyak pengikut tes

Soal dinyatakan sukar, jika 0% £ Ik < 27%

sedang, jika 27% £ Ik £ 73%

mudah, jika Ik > 73%

3) Penerimaan soal

Setiap soal yang telah dianalisa perlu diklasifikasikan menjadi soal yang tetap dipakai, direvisi atau dibuang. Menurut Prawironegoro (1985:16) tentang klasifikasi soal:

a) Soal yang baik akan tetap dipakai jika Ip signifikan dan 0% < Ik £ 100%.

b) Soal diperbaiki jika:

i. Ip signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%.

ii. Ip tidak signifikan dan 0% < Ik < 100%.

c) Soal diganti jika Ip tidak signifikan dan Ik = 100% atau Ik = 0%. Baca selengkapnya disini Kumpulan Soal IPS SD Kelas 6 Semester 1 dan 2 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Nyepam Karena Otomatis Terhapus